ICT DAN KEGUNAANNYA
APA ITU ICT?
ICT itu memuat 5 indikator:
1. ICT sebagai skill dan kompetensi
ICT itu memuat 5 indikator:
- Collect (mengumpulkan) information
- Store(mentimpan) information
- Edit (menyunting) information
- Process(memproses) information
- Transmit (mengirim) information
- memberikan kemudahan/kesemapatan pada orang lain dalam PBM
- materi yang sulit dipahami menjadi lebih mudah untuk dipahami
- mampu memvisualisasikan da mensimulasikan materi yang disamaikan
- menjadikan pembelajaran lebih interaktif
- dapat mengakomodasi siswa yang lambat
- efektif dan efisien
- reliable
- maintanable
- usabilitas
- ketepatan
- kompatibilitas
- reusable
1. ICT sebagai skill dan kompetensi
- Penggunaan ICT harus proporsional maksudnya ICT bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya dengan porsinya masing-masing.
- Tersedianya bahan ajar dalam format digital
- The network is the school
- belajar dimana saja dan kapan saja
- Ilmu berkembang dengan cepat
- Guru-guru hebat tersebar di seluruh penjuru dunia
- Buku dan bahan ajar diperbaharui secara kontinyu
- Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran
- Tanpa teknologi, pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
- Penyampaian pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
- Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
- Pelajar melakukan eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
- Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
- Rasio antara pengajar dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas
- Tiap individu memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
- Transaksi dan interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang kuat
- Kualitas layanan pada pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
- Orang merupakan sumber daya yang bernilai
- Tiap individu memiliki karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
- Guru meningkatkan kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
- Profil institusi pendidikan diketahui oleh pemerin
Bagaimana cara mengatasi guru yang pemahaman ict nya minim? Sehingga tidak bisa memanfaatkan ict dalam pembelajaran
BalasHapusWaahh menarik pertanyaannya kak. Jd ada pepatah yg mengatakan "dimana ada kemauan, disitu ada jalan". Jd slagi guru msh memliki smangat utk mnguasai n mmplajari ict, sya yakin tdk ada yg tdk mungkin. Intinya bnyak berlatih dn berlatih. Berani mencoba walau salah, berani memberi wlau sedikit..πππ
HapusBagaimana untuk guru2 senior yang susah sekali memahami ICT?
HapusKlo utk guru senior, mnurut sya dpt melalui pemberian pelatihan" ict. Kalau di skolah sya ada yg nmanya SIG (Studi Intensif Guru). Jd itu smacam klompok blajar yg diadakn setiap hr jumat stelah siswa pulg skolah. Jd flm forum itu guru dikembangkan lg kmampuan bhsa asingnya, tahfidznya dn penguasaan media. Trimssπ
HapusApakah yg dimaksud ICT harus canggih dan menggunakan listrik?
BalasHapusTidak bg. ICT tdk harus ada listrik, laptop n prngkat canggih lainnya. Ada 5 indikator "sesuatu" dikatakan sbg ICT :
Hapus1. Collect(mngumpulkan)
2. Store (menyimpan)
3. Edit (menyunting)
4. Process(memproses)
5. Transmit (menyampaikan)
Jika kelima indikator itu terpenuhi, mskipun tanpa elektronik yg cangggih, maka itu sudah dikatakan sbg ICT
Mengembangkan pertanyaan dari Najib, jadi necyl dari ke 5 indikator tersebut, ICT apa yang bisa kita gunakan di daerah yang belum ada arus listrik dan belum ada akses internet?
HapusBagaimana menanggapi dengan dampak negatif dri ict dlm pembelajaran?
BalasHapusMenurut saya, caranya adalah dengan turut serta mengawasi penggunaan ict dalam pembelajaran. Jadi selain mengajar, guru sesekali bisa menngcek kesibukan siswanya dikelas. atau bisa juga dengan memfilter browser browser tertentu sehingga website yang dapat berpengaruh buruk buat mereka tidak dpat diakses
Hapusizin menjawab. menurut saya cara menanggapi dampak negatif ICT ialah dengan pondasi yang baik dari masing-masing individu.
Hapuscara yang bisa dilakukan ialah:
a. Mempertimbangkan pemakaian TIK dalam pendidikan, khususnya untuk anak di bawah umur yang masih harus dalam pengawasan ketika sedang melakukan pembelajaran dengan TIK. Analisis untung ruginya pemakaian.
b. Tidak menjadikan TIK sebagai media atau sarana satu-satunya dalam pembelajaran, misalnya kita tidak hanya mendownload e-book, tetapi masih tetap membeli buku-buku cetak, tidak hanya berkunjung ke digital library, namun juga masih berkunjung ke perpustakaan.
c. Pihak-pihak pengajar baik orang tua maupun guru, memberikan pengajaran-pengajaran etika dalam ber-TIK agar TIK dapat dipergunakan secara optimal tanpa menghilangkan etika.
d. Perlu ada kesadaran peran dan kerjasama antara seluruh pengguna lanyanan TIK.
e. Menggunakan software yang dirancang khusus untuk melindungi ‘kesehatan’ anak. Misalnya saja program nany chip atau parents lock yang dapat memproteksi anak dengan mengunci segala akses yang berbau seks dan kekerasan.
f. letakkan komputer di ruang publik rumah, seperti perpustakaan, ruang keluarga, dan bukan di dalam kamar anak. Meletakkan komputer di dalam kamar anak, menurut Nina akan mempersulit orangtua dalam hal pengawasan. Anak bisa leluasa mengakses situs porno atau menggunakan games yang berbau kekerasaan dan sadistis di dalam kamar terkunci. Bila komputer berada di ruang keluarga, keleluasaannya untuk melanggar aturan pun akan terbatas karena ada anggota keluarga yang lalu lalang.
g. Untuk mencegah kecanduan orang tua perlu membuat kesepakatan dengan anak soal waktu bermain komputer. Sehingga pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
h. Pemerintah sebagai pengendali sistem-sistem informasi seharusnya lebih peka dan menyaring apa-apa saja yang dapat di akses oleh para pelajar dan seluruh rakyat Indonesia di dunia maya. Selebihnya, Kementrian juga bisa menyebarkan filter berupa program software untuk menekan dampak buruk teknologi informasi. Kedua, perlu adanya dukungan dari orangtua, tokoh budaya hingga kalangan agamawan, untuk mensosialisasikan tentang saran, manfaat dan sisi positif facebook.
dengan memberikan batasan kepada siswa dalam penggunaan ict kegiatan belajar
Hapusdan memberikan pemahaman kepada siswa tentang dampak negatif penyalahgunaan ICT
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusDari segi manakah kita dapat menilai bahwa media ICT yang kita buat itu baik digunakan dalam pembelajaran dan dapat dipahami dengan baik oleh siswa?
BalasHapusizin menanggapi. menurut saya media ICT yang dibuat itu baik digunakan dalam pembelajaran jika saat membuat media tersebut pembuat media mempertimbangkan prinsip-prinsip mengembangkan media berbasis ict. sehingga diperolehlah media yang dapat membantu siswa saat proses pembelajaran terima kasih.
Hapusuntuk mengetahui apa saja prinsip-prinsip mengembangkan media berbasis ict dapat diliat diblog saya lailatulauliah95.blogspot.co.id
iya saya setuju dengan saudari Aulia. selain itu, baik tidaknya ICT yang digunakan dalam pembelajaran dalam dilihat dari segi sejauh mana ICT itu dapat mengantarkan materi yang diajarkan kepada siswa dan sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan melalui ICT tersebut.
Hapusizin ingin menambahkan sedikit saya sangat setuju dengan jawaban aulia dan saudari necyl dari segimana kita menilai ICT itu baik apa tidak, yang pertama dari segi medianya yang bisa membuat proses belajar mengajar interaktif dan setelah proses tentu ada hasil dari situ juga bisa dilihat pemahaman siswa apakah bahan ajar kita tersampaikan dengan baik menggunakan ICT tersebut.
HapusMenambahkan, saya setuju sekali dengan Aulia, necyl dan kak Netri, media pembelajaran yang baik adalah yang mampu menghantarkan "pesan" pemebelajaran itu dengan mudah ke siswa2 kita, Jika siswa kita dapat dengan mudah mengeerti, berarti baiklah media yg kita buat, dan tentunya media tersebut haruslah yg punya "sesuatu" dalam artian kekhassan yang unik yang mampu diingat dalam waktu lama oleh mereka, dengan demikian "pesan" pembelajaran tadi pun dapat diingat oleh mereka dalam waktu lama juga
HapusMenurut necyl, cara apa yg bisa dilakukan untuk mensiasati keterbatasan alat bantu disekolah pelosok yg blm memiliki media infocus, laptop dsb, jika ingin menerapkan pembelajaran ict.
BalasHapuskalo menurut saya, cara mensiasatinya adalah dengan membuat alat peraga sendiri. alat peraga yang dapat membangkitkan ketertarikan siswa dalam mempelajari materi. jadi ICT tidak hanya semata mata suatu peralatan canggh da modern. tetapi dapat berupa alat peraga yang interaktif dan menarik.
Hapusmenurut kak necyl, pembelajaran yang efektif dan pembelajaran yang bermakna itu ketika guru menjelaskan dengan full menggunakan ICT atau bahkan tidak? nah, seberapa persentasi intensitas waktu untuk penggunaannya, haruskan sering atau tidak agar pembelajaran selalu memberikan yang terbaik?
BalasHapusmenurut saya, alangkah lebih baiknya jika guru mengajar itu bsa menggunakan media pembelajaran seperti ICT. seberapa sering atau tidaknya guru menggunakan ICT itu dikembalikan lagi kepada gurunya. akan tetapi akan lebih baik jka disetiap guru menyampaikan materi bisa dikemas dalam ICT yang menarik . sehingga muncul minat / motivasi siswa untuk memahaminya.
Hapusmenurut necyl, dalam mengajar guru menggunakan media pembelajaran ICT apakah perlu juga diselingi dengan mengajar konvensional?
BalasHapusizin menanggapi, menurut saya, walupun kita telah menggunakan media ICT, guru sebaiknya juga mengkombinasikan dengan pembelajran konvensional, knapa? karena namanya tekhnologi pasti ada sisi kelebihan dan kekurangannya, jika terdapat kesalahan teknis seperti listrik padam, guru tidakkehilangan akal untuk melanjutkan pembelajaranya. terima kasih
Hapusmenurut necyl, bagaimanakah menggunakan media yang baik itu? apakah dengan full mngajar dnegan media saja?
BalasHapusMenurut saya tetap diperlukan penjelasan dari guru dalam menyampaikan materi melalui video pembelajran. Supaya membangkitkan aktivitas siswa di kelas dan agar tidak terjadi misskonsepsi siswa.
HapusAssalamualaikum,
BalasHapusPenggunaan media berbasis ICT juga memiliki kelemahan dan dampak negatif, menurut necyl perlukah kita menyelingi pemakaian media ICT dengan nonICT? aspek apa saja yang perlu diperhatikan dalam memutuskan media apa yang akan kita gunakan?
Tentu yang namanya teknologi tetap memiliki kekurangan sehingga kita perlu menutupi kekurangan itu agar tidak menjadi kelemahan dlam mengajar. Yang perlu diperhatikan dalm hal memilih media adalah
Hapus1. Keterkaitan media dengan materi ajar
2. Keefektifan media yang akn digunakan
3. Kemudahan dalam proses membuat media
4. Kemudahan media dalam menyampaikan materi kepda siswa
5. Waktu pembuatan yang tidak memakan bnyak wktu
assalamualaikum mbk necyl... menurut mbk necyl, dengan perkembangan zaman saat ini, apakah guru harus selalu membuat media yang berbasis ICT? apakah tidak zamannya lagi jika guru membuat media yang tradisional?
BalasHapusMenurut sya media mengajar itu tidak melulu harus berbasisict, tetapi juga bisa berupa alat peraga yang unik dan kreatif. Hal itu tergantung kreatifitas guru dalm hal mengembangkan media pembelajran yg interaktif
Hapus