PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN MULTIMEDIA

Istilah multimedia dimaknai sebagai pengajaran atau pembelajaran berbantuan komputer (CAI) atau penyajian pembelajaran yang menggabungkan teks, grafis, video, audio, dan interaktif. (Interaktif adalah kemampuan pengguna untuk mengontrol atau menentukan urutan materi pembelajaran yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan pengguna). Sebagai sarana pembelajaran, hal ini sangat berguna atau penting dalam memandang multimedia sebagai salah satu pilihan yang digunakan dalam teknologi pembelajaran.
Selanjutnya, Vaughan (2006: 2) mengatakan bahwa multimedia merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada Anda dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain. Melalui gabungan media-media ini pengalaman belajar menjadi sesuatu yang interaktif yang mencerminkan suatu pengalaman dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian ini dipertegas lagi oleh Munir (2008: 234) yang menyatakan bahwa sajian multimedia dapat diartikan sebagai teknologi yang mengoptimalkan peran komputer sebagai media yang menampilkan teks, suara, grafik, video, animasi dalam sebuah tampilan yang terintegrasi dan interaktif.

Beberapa ahli mengemukakan beberapa prinsip multimedia yang sebagian sama dengan prinsip-prinsip yang dikemukankan oleh ahli lain. Mayer (Mitchel, 2003) mengemukakan enam prinsip desain multimedia yang didasarkan pada hasil penelitiannya. Prinsip tersebut adalah (1) integration, (2) parsimony, (3) narration, (4) individual differences, (5) perzonalization, (6) interactivity. Empat komponen penting multimedia menurut M. Suyanto (2005: 21) adalah pertama, adanya komputer untuk mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar untuk berinteraksi, jika tidak ada maka namanya bukan multimedia namun media campuran. Kedua, multimedia harus menyediakan link yang menghubungkan kita dengan informasi dan jika tidak ada link maka namanya rak buku, bukan multimedia. Ketiga, harus ada alat navigasi yang memandu kita, menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung, jika tidak ada navigasi maka namanya film, bukan multimedia. Keempat, multimedia menyediakan tempat untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dan ide sendiri, jika tidak ada maka namanya televisi bukan multimedia.Ariesto (2003: 7) menjelaskan media presentasi pada umumnya tidak dilengkapi alat untuk mengontrol user. Presentasi berjalan sekuensial sebagai garis lurus sehingga disebut multimedia linear, contohnya televisi dan film. Presentasi linear sesuai digunakan jika jumlah audiens lebih dari satu orang.  Tetapi bila menggunakan satu komputer untuk satu orang, dan diperlukan kontrol dengan keyboard, mouse, dan alat input lainnya maka disebut interaktif, dan multimedia yang dapat menangani interaktif user disebut interactive multimedia (multimedia interaktif) atau disebut juga non-linear multimedia.Program pembelajaran multimedia interaktif dipilih dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran adalah sebuah putusan yang tepat. Proses pemilihan harus didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan tertentu. Thorn (Ouda, 2006) mengutarakan enam kriteria yang dipergunakan untuk menilai multimedia interaktif yaitu, sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin, memiliki kandungan kognisi, pengetahuan dan presentasi informasi dapat memenuhi kebutuhan pebelajar, integrasi media di mana media harus mengintegrasikan aspek dan keterampilan yang harus dipelajari, penampilan/estetika, dan berfungsi secara keseluruhan. Sehingga apabila pebelajar selesai menjalankan program tersebut akan merasa telah belajar sesuatu. Lebih lanjut Alessi & Trollip (2001: 7) mengungkapkan bahwa program komputer pembelajaran yang baik haruslah meliputi empat aktivitas yakni: (1) informasi/pesan harus disajikan secara menarik, (2) mahasiswa harus diarahkan,  (3) mahasiswa diberi latihan-latihan, (4) pencapaian hasil belajar mahasiswa harus dinilai. Keempat aspek tersebut dijadikan dasar dalam pengembangan program multimedia pembelajaran. Selain itu, dalam program hendaknya diawali dengan pendahuluan dengan menyampaikan tujuan yang hendak dicapai, petunjuk pemakaian yang jelas, bahkan kalau perlu diberi contoh atau demonstrasi serta tugas-tugas berikutnya. Adapun 10 Prinsip Pengembangan Multimedia yaitu:
1. Prinsip Multimedia, artinya orang akan lebih muda menggunakan sesuatu dengan menggunakan 2       media atau lebih secara bersamaan.
2. Prinsip kesinambungan spasial, artinya gambar dan teks diletakkan dalam satu ruang atau                   berdekatan.
3. Prinsip kesinambungan waktu, artinya gambar dan teks ditampilkan secara bersamaan (simultan)
4. Prinsip Koheren, artinya gambar dan teks terkait satu sama lain.
5. Prinsip Modalitas, artinya prinsip kesesuaian media
6. Prinsi Redundansi, artinya prinsip mubazir
7. Prinsip Personalisasi, artinya menggunakan bahasa yang komunikatif
8. Prinsip Interaktivitas, artinya orang dapat belajar dengan baik jika orang tersebut berinteraksi             dengan medianya secara langsung
9. Prinsip Sinyal, artinya jika teks diberika penekanan (highlight)
10. Prinsip perbedaan individual, artinya multimedia yang digunakan sesuai dengan gaya belajarnya.

Komentar

  1. Menurut saya , prinsip pengembangan multimedia ini ada hubungannya dengan gaya belajar siswa. giman kalau menurut necyl sendiri, gimana sih hubungan antara keduanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya kesepuluh prinsip ini lah yang dipakai untuk mengembangan sebuah multimedia yang sesuai denga gaya belajar seseorang. tertutama pada prinsip ke 10. disana sudah dijelaskan bahwa prinsip perbedaan individual, mampu mengahsilakan multimedia yang sesuai dengan gaya belajarnya. dan kesembilan prinsip yang lain merupakan pelengkap demi terciptanya multimedia yang dinginkan.

      Hapus
  2. Dari 10 prinsip pembuatan media tersebut manakah yang lebih ditekankan untuk anak berkebutuhan khusu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. menurut saya, untuk anak berkebutuhan khusus prinsip yang lebih ditekankan dalam pembuatan
      suatu multimedia yang baik adalah prinsip ke 10. yaitu prinsip perbedaan individual. karena anak berkebutuhan khusus memiliki sesuatu yang berbeda. dan berbeda pula gaya belajarnya. oleh karena itu jika multimedia dikembangkan sesuai dengan kebutuhan individu maka akan lebih bermakna bagi individu itu sendiri. dan anak tersebut akan lebih mudah dalam memahami materi yang disampaikan

      Hapus
    2. Terimakasih atas jawabanya, nah ketika akan membuat media pembelajaran apakah propisisi dari 10 prinsip ini harus sama? Atau harus ada yang lebih ditonjolkan dari 10 prinsip.ini?

      Hapus
    3. Menanggapai pertanyaan merry.

      membuat media pembelajaran apakah propisisi dari 10 prinsip ini harus sama? Atau harus ada yang lebih ditonjolkan dari 10 prinsip.ini?

      Menurut saya, dalam pembuatan media ICT memang harus diperhatikan 10 prinsip tersebut. Karena prinsip adalah suatu acuan atau patokan dalam membuat sesuatu.
      Nah, proposi 10 prinsip tersebut dalam pembuatan media harus lah seimbang.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
    5. kalau menurut saya, untuk proporsinya itu tergantung kita sendiri yang mengembangkannya. bisa sama semua atau menonjolkan beberapa prinsip dari kesepuluh prinsip yang ada. asalkan tidak mengurangi/menghilangkan salah satu prinsip yang ada

      Hapus
    6. Izin menambahkan, untuk anak berkebutuhan khusus saya rasa prinsip modalitas harus berlaku di situ kemudian prinsip perbedaan individu, hal ini di karenakan pada anak berkebutuhan khusus memiliki tuna yang beragam, ada tuna rungu, tuna netra, tuna dhaksa dan ketunaan lainnya dan masing masing memiliki pelayanan tersendiri jadi media yang di gunakan di sesuaikan dengan kebutuhan dan sesuai dengan gaya belajarnya.
      :)

      Hapus
  3. Necylia, dalam prinsip sinyal kan siswa belajar lebih baik jika teks diberi highlight atau penekanan. Lalu bgaimana pmberiam highlight yg baik? Atau pada judul2 penting nya saja atau pada semua materi yg pnting?

    BalasHapus
    Balasan
    1. izin menanggapi. menurut saya highlight tidak perlu diberikan pada semua materi yang penting melainkan diberikan pada kata kuncinya saja. jika diberikan pada semua materi yang penting kita tidak melihat penekanan dan perbedaannya karna semuanya diberi highlight. maka dari itu hanya kata kunci saja yang diberi highlight atau penekanan agar terlihat perbedaan dengan informasi pendukung lainnya. terima kasih.

      Hapus
    2. ya saya setuju dengan pendapat aulia. menurut saya pemberian penekanan atau HIGHLIGHT tidaklah utk semua bagian. tetapi pada bagian-bagian yang dianggap penting atau bagaian yang dapat mewakili keseluruhan inti dari materi yang disampaikan

      Hapus
  4. Necyl? apa jadinya jika media yang kita buat tidak memenuhi kesemua prinsip tsb. misal prinsip yg ke 10 nya tidak ada.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum,
      izin menanggapi, menurut saya media yang tidak memenuhi kesepuluh prisip tersebut, apalagi prinsip yang tidak di pakai adalah prinsi ke 10 mengenai perbedaan gaya belajar, akan berdampak pada hasil belajar yang kurang optimal.

      Hapus
    2. Saya setuju dengan pendapat kak suci, jadi apabila kesepuluh prinsip ada salah satu yang tidak terpenuhi maka media yang dihasilkan pun tidak akan maksimal. Hal itu tengu berdampak pada hasil belajar siswa yang tentunya juga akan kurang maksimal

      Hapus

Posting Komentar